Tuan, siapa?

0
02:47

Tuan, saya rasa Tuan salah orang. Tuan bahkan tidak berada di sekitar saya selama ini, mengapa Tuan berniat meminang saya? Sungguh lah saya saja terheran-heran. Bagaimana Tuan bisa mengenal orang seperti saya, yang berparas cantik pun tidak, kaya apa lagi. Sangat tidak mencolok. Darimana Tuan lantas bisa tahu saya? Teman? Kerabat? Apa yang mereka katakan? Kalau boleh saya cakap, barangkali Tuan salah dengar, atau kalau bukan karena itu, barangkali mereka sedang menjebak Tuan, dengan merekomendasikan saya untuk Tuan. Sekiranya benar, tolonglah Tuan bisa berbicara tegas kepada mereka, bukan hanya Tuan yang jadi korban, saya yang lebih jelata pastilah korban sebenar-benarnya. Saya memang bukan siapa-siapa, tapi Tuan sungguh tidak pantas berbuat main-main dengan saya.

Hari itu saya bingung dengar berita ini. Saya saja tidak kenal Tuan siapa. Guru saya berkata saya harus lebih dulu memastikan saya sudah siap atau belum untuk itu, baru setelah itu saya akan diberitahu siapa Tuan sebenarnya. Hanya sedikit yang saya berhasil temukan informasi tentang Tuan. Tuan lebih tua dua tahun dari saya, dan Tuan orang langitan. Maka seperti yang sudah saya katakan di awal, barangkali Tuan salah orang. Kata guru saya, Tuan bukan dari padepokan ini, saya semakin heran bagaimana Tuan bisa mengenal saya. Yang lebih sulit bagi saya untuk percaya adalah kenyataan bahwa semakin kecil kemungkinan saya mengetahui identitas Tuan.

Tapi di luar itu, saya sungguh ingin tahu siapa Tuan. Penasaran sekali. 

About the author

Donec non enim in turpis pulvinar facilisis. Ut felis. Praesent dapibus, neque id cursus faucibus. Aenean fermentum, eget tincidunt.

0 comments: